Banjarnegara, Bimas Islam -- Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) se-Kabupaten Banjarnegara menggelar rapat koordinasi (rakor) di Kecamatan Pagentan, Rabu (23/11/22). Rakor tersebut dalam upaya memperkuat jalinan tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas para penyuluh agama Islam.
Pada kesempatan itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara Ali Mustofa menjelaskan, penyuluh agama merupakan elemen penting dalam kesuksesan program-program di Kementerian Agama. Karenanya, Ali meminta penyuluh agama Islam lebih kreatif dalam memberi edukasi dan sosialisasi.
"Penyuluh agama memegang peran vital dalam menyampaikan program di Kementerian Agama. Karena itu, penyuluh agama mesti mengikuti setiap kegiatan bimbingan yang dilaksanakan Kankemenag untuk meningkatkan kualitas kemampuannya," kata Ali dalam sambutannya.
Di era digital, lanjut Ali, penyuluh agama juga harus bisa memanfaatkan teknologi dalam menyampaikan dakwah. Apalagi, menurutnya, sekarang serba digital, maka konten-konten dakwah, konten layanan KUA harus dibuat lebih kreatif dan masif agar masyarakat mendapatkan informasi secara jelas.
"Tidak ada kata terlambat dalam belajar. Yang terpenting dalam belajar adalah niat kemudian usaha. Sejauh apa niat dan usaha kita dalam belajar, maka sejauh itulah yang akan didapat. Karena itu, jangan pernah bosan untuk terus belajar," tegasnya.
Ali berharap, dengan banyaknya konten kreatif di media sosial yang dihadirkan penyuluh agama akan membuat suasana keagamaan semakin damai. Dia juga berharap, hubungan antarumat beragama semakin rukun. "Ini menjadi tujuan kita semua sebagai pelayan masyarakat," tandas Ali.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



