Karawang, Bimas Islam -- Aparatur sipil negara merupakan alat atau instrumen negara dalam melakukan program kerja negara dalam bentuk pembangunan. Komitmen dan loyalitas aparatur kepada negara sangat dibutuhkan.
Demikian disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi dalam Rakor Internal di Karawang, Kamis (8/12/22). Zayadi menegaskan pentingnya sikap moderat aparatur sipil negara sebagai penguat ideologi kebangsaan.
"Terhadap mereka yang berpaham ekstrem dan liberal, kita berkewajiban melakukan pembinaan dan edukasi agar mereka kembali ke tengah, kembali moderat," ungkap Zayadi.
Sikap moderat, sambung Zayadi, merupakan salah satu ruh Moderasi Beragama. Moderasi Beragama merupakan instrumen yang diyakini mampu mengeratkan komitmen kebangsaan di tengah kekayaan keragaman.
"Kita adalah wasit yang mampu menengahi blok kanan dan kiri. Kita menengahi di antara dua kepentingan," sambungnya.
Dalam memperkuat Moderasi Beragama, imbuh pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah ini, pihaknya akan mengedepankan pendekatan budaya. Menurutnya, budaya dan agama di Indonesia bisa berjalan beriringan.
"Kita juga akan terus memperkuat strategi budaya. Tidak ada jarak antara budaya dan agama. Jangan pisahkan budaya dan agama. Budaya adalah wajah ekspresi keagamaan kita," pungkasnya dalam giat yang dihadiri seluruh pejabat dan staf Direktorat Penerangan Agama Islam ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



