Jakarta, Bimas Islam-- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i menyebut Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai ikon layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Menurutnya, Kemenag memiliki dua portofolio utama, yaitu layanan kehidupan keagamaan dan layanan pendidikan. Salah satu pilar dalam layanan kehidupan keagamaan adalah peran KUA yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membimbing umat.
“Saya masih ingat ketika SD dan SMP, penghulu di KUA adalah sosok yang sangat dihormati di masyarakat. Mereka selalu hadir dalam berbagai persoalan keagamaan, menjadi panutan, dan memberi keteladanan. Saat itu, KUA sangat kuat menjadi ikon bagi masyarakat yang ingin melihat praktik agama secara nyata,” ujarnya.
Wamenag mengatakan, penghulu dan kepala KUA tidak hanya berperan dalam pencatatan nikah, tetapi juga menjadi rujukan utama dalam berbagai aspek kehidupan keagamaan masyarakat. Namun, ia menilai bahwa peran strategis tersebut mulai memudar seiring waktu. Karenanya, diperlukan gebrakan untuk membuat KUA agar menjadi pusat layanan keagamaan yang berdampak
“Ketika ada acara pernikahan atau hajatan, penghulu dan kepala KUA adalah orang pertama yang diminta memberi doa dan nasihat. Begitu terhormatnya posisi mereka karena setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Wamenag mengungkapkan tantangan keagamaan di era modern, di antaranya semakin berkurangnya anak-anak yang datang ke masjid. Menurutnya, KUA dapat memainkan peran dalam memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan masjid yang ramah anak.
“Saya melihat banyak masjid yang sepi dari anak-anak. Salah satu faktornya adalah kurangnya pendekatan ramah dari pengurus masjid. KUA dapat berperan dalam memberi bimbingan kepada takmir masjid agar lebih inklusif dan ramah terhadap generasi muda,” katanya.
Rakornas Bimas Islam 2025 diikuti oleh 443 peserta luring dari pusat dan lingkungan Kemenag se-Jakarta, serta 805 peserta daring dari seluruh Kanwil Kemenag Provinsi, Kemenag Kabupaten/Kota, KUA Kecamatan, dan Penyuluh Agama Islam di Indonesia. Acara ini juga dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI, serta para pejabat Ditjen Bimas Islam.
Wcp/Mr



