Batam, Bimas Islam -- Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) telah menyelesaikan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kota Batam, Minggu hingga Senin (4-5/6/2023). Rakornas yang digelar Kementerian Agama ini memunculkan berbagai program dan rancangan kegiatan LPTQ di tahun 2023.
“Kunci dari Rakornas ini adalah mampu menghadirkan program yang tidak hanya berhenti di output, tapi juga dirasakan masyarakat umum,” ujar Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an dan Al-Hadist, Rijal Ahmad Rangkuty pada penutupan Rakornas LPTQ, Senin (5/6/2023).
Rakornas ini memuat bahasan utama, yaitu membuat indeks literasi baca tulis Al-Qur'an. Selain itu, penguatan eksistensi LPTQ juga menjadi bahasan yang tidak kalah penting.
“Selain menyelenggarakan MTQ dan STQH, tentu kita punya tugas fungsi memastikan umat muslim di Indonesia memiliki kemampuan mengkaji Al-Qur'an, juga mampu mengamalkan dan mengimplementasikannya. Oleh sebab itu, detail dari program adalah bagaimana LPTQ sebagai kelembagaan mampu menghadirkan program yang menyentuh masyarakat dan mampu menguatkan eksistensi LPTQ di masyarakat,” ucap Rijal.
Hari kedua diisi rapat yang terbagi menjadi tiga komisi. Komisi I membahas kelembagaan, Komisi II membahas pengembangan program, Komisi III membahas musabaqah dan perhakiman. Usai sidang, masing-masing komisi menyepakati arah kebijakan dan program LPTQ ke depan.
“Saya kira, program strategis yang telah disusun lebih kepada dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ada beberapa yang menjadi prioritas, yaitu menyusun indeks literasi baca tulis Al-Qur'an, kita juga akan menghadirkan program lain yang menguatkan moderasi beragama dalam perspektif Al-Qur'an,” tuturnya.
Sesi terakhir adalah presentasi dan rapat pleno rencana program. Kemudian, program-program yang dipresentasikan disepakati bersama oleh forum setelah proses diskusi. Program-program tersebut akan dieksekusi di tahun 2023.
Fn/Mr



