Jakarta, Bimas Islam --- Ramadan merupakan bulan istimewa yang penuh berkah. Allah melipatgandakan pahala bagi umat Islam yang melakukan berbagai amalan wajib dan sunah.
"Sebagai perumpamaan, Allah memberikan banyak obral pahala dan diskon besar-besaran selama Ramadan. Tinggal bagaimana kita, akankah memanfaatkannya atau membiarkannya berlalu," ungkap Kasubdit Penyuluh Agama Islam Kemenag, Ahmad Mu'thi Sofieq dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Jakarta, Minggu (17/4/22).
Sofieq melanjutkan, ibadah wajib ibarat kebutuhan primer. Sedangkan ibadah sunah selayaknya kebutuhan sekunder.
"Pilih, utamakan, dan prioritaskan yang wajib. Saat ada kesempatan, yang sunah silakan diborong juga," ajaknya.
Dalam menjalani ibadah Ramadan, Shofieq juga mengingatkan agar umat Islam tidak seperti tutup gendang. Katanya, hal itu ibarat orang yang melakukan kewajiban di awal dan akhir bulan suci saja.
"Usahakan melaksanakan ibadah secara penuh. Jangan sampai sibuk dengan ibadah sunah, tetapi yang wajib tidak dilaksanakan," pesannya.
Dalam obrolan bertema Makna Berpuasa dan Takwa ini, Shofieq ditemani Bintang Tamu, Beddu dan Host, Gerda Pertiwi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



