Batam, Bimas Islam --- KUA Batam Kota menjadi salah satu dari 25 lokasi KUA Percontohan Ekonomi Umat yang telah ditunjuk oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag pada tahun ini.
Salah satu lokasi tempat usaha yang disurvei oleh tim dari Ditzawa Kemenag, Penyuluh Agama Islam KUA Batam Kota, dan Yayasan LAZ Batam adalah kedai kopi milik Dwiatma Albar. Tak hanya sekadar menjual berbagai jenis minuman kopi, Albar juga menjual pakaian impor second dari Singapura.
"Baju ini sistemnya titipan dari beberapa orang, nanti kita bagi hasil. Yang kita jual ini semua baju retro, dari tahun 90-an yang sudah sulit untuk dicari," ungkap Albar, Selasa (31/5/2022).
Albar menyampaikan, meski menjadi daya tarik atas kedai kopinya, namun ia tetap berfokus pada penjualan minuman kopi. Untuk modal awal, lanjutnya, ia telah menghabiskan 50 juta rupiah untuk membangun usahanya tersebut.
"Rencananya, saya akan membeli mesin penggiling kopi yang baru, apabila mendapatkan bantuan modal dari Kemenag," lanjutnya.
Sebagai informasi, Ditzawa Kemenag pada tahun lalu telah menjalankan program KUA Percontohan Ekonomi Umat di 11 lokasi seluruh Indonesia. Program ini merupakan pemberian bantuan modal sebesar 100 juta rupiah yang diberikan kepada 10 penerima manfaat di tiap lokasi.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



