Jakarta, Bimas Islam -- Sikap dan cara beragama Gen Z kerap diekspresikan secara individual melalui ruang digital.
Hal itu disampaikan Asisten Staf Khusus Presiden, Romzi Ahmad saat berbicara pada kegiatan Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional yang digelar di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
“Generasi 80 dan 90-an, biasanya mengekspresikan cara beragama secara bersama, misalnya Tuhan dan Nabi hadir pada saat tahlilan, maulid, dan tradisi keagamaan lainnya. Saat ini, Gen Z mengekspresikan sikap dan cara beragama mereka secara personal. Contohnya, Tuhan dan Nabi itu lebih dekat dengannya saat main Instagram, Tiktok, dan platform visual lainnya,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Gus Romzi itu melanjutkan, Ormas Kepemudaan Islam harus bisa hadir di ruang digital.
“Karena urusan keagamaan di Gen Z menjadi lebih personal, maka Ormas Kepemudaan Islam ini harus mendeteksi terlebih dahulu sajian konten agama yg diterima oleh Gen Z, lalu kita membuat konten keagamaan tandingan. Kita Fardu ain hadir di situ,” terangnya.
Menurut Gus Romzi, Ormas Kepemudaan Islam harus bisa menyiapkan kader-kader muda untuk berdakwah pada Gen Z.
“Kita sebagai kader yang lebih tua, tidak bisa ngotot berdakwah ke Gen Z, yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan kader-kader muda kita yang menguasai wilayah media sosial untuk berdakwah sesuai dengan umur dan dunia mereka,” ujarnya.
Wcp/Mr



