Jakarta, Bimas Islam -- Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kiai Said Agil Husin Al-Munawar mengatakan, tanggal 1 Muharam sebagai patokan awal penanggalan bulan Hijriah merujuk pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa hijrah menjadi tonggak sejarah penting perkembangan peradaban Islam hingga ke seluruh muka bumi.
Hal itu dikatakannya saat mengisi Peringatan Tahun Baru Islam 1445 H/2023 M bertema ‘Merawat Kerukunan, Perkokoh Semangat Kebangsaan’ di Gedung Auditorium HM. Rasjidi, Kemenag, Jakarta, Rabu, (26/7/2023).
Kiai Said menyebut, hijrah diartikan sebagai perjuangan meninggalkan hal-hal buruk ke arah yang lebih baik.
“Hijrah dalam konteks ini adalah sebuah proses menjalani kehidupan, mereformasi diri sendiri, bangsa, hingga negara di berbagai bidang, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia, regulasi dan sistem ketatanegaraan, ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniyah, serta merawat persatuan masyarakat yang pluralis seperti Indonesia,” paparnya.
Menteri Agama Republik Indonesia pada Kabinet Gotong Royong itu menerangkan, setelah terjadi peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan Makkah pada tahun 630 Masehi, semangat yang melatari hijrah praktis berakhir. Kota Makkah yang sebelumnya ditinggalkan karena dianggap tidak ramah bagi dakwah Islam, kini berubah karena kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, lanjutnya, pada peristiwa Fathu Makkah, penduduk Quraisy yang lekat dengan kesombongan dan jahiliyah tidak dipersekusi. Justru penduduk Quraisy dilindungi, itulah spirit baru pasca hijrah praktis.
“Sehingga banyak catatan penting dari peristiwa hijrah yang dapat dijadikan sebagai renungan. Pertama, hijrah merupakan perjalanan batin dan rohani dalam meninggalkan keburukan demi kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya.
Qari internasional itu melanjutkan, hijrah merupakan pengalaman tentang pembebasan, baik secara historis maupun spiritual. Perbedaan pengalaman itu pula yang membuat manusia memiliki makna tersendiri pada hijrah.
“Oleh karena itu, mari kita jadikan 1 Muharam sebagai momentum memulai hijrah dengan pembangunan sumber daya manusia, memperbaiki kualitas kehambaan diri di hadapan Allah SWT, merawat ukhuwah Islamiyah, dan semangat kebangsaan," pungkasnya.
Peringatan Tahun Baru Islam 1445 H/2023 M itu merupakan rangkaian dari perhelatan Gebyar Muharam 1445 H/2023 M bertema 'Merawat Kerukunan, Perkokoh Semangat Kebangsaan' yang dihelat Selasa hingga Kamis, (25-27/7/2023).
An/Mr
*Fotografer: Luthfi
*Fotografer: Luthfi



