Jakarta, Bimas Islam — Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh, mengajak remaja masjid untuk berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan berbasis masjid. Menurutnya, remaja masjid memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal pengaruh negatif di lingkungannya, terutama terkait bahaya narkoba.
Terkait itu, Asrorun menjelaskan, keberadaan remaja masjid sebagai pelopor di masyarakat harus diiringi dengan inovasi dalam menciptakan program-program yang relevan dan berdampak positif. “Kegiatan remaja masjid harus inovatif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat agar dampaknya semakin dirasakan,” tegasnya dalam kegiatan bertajuk "Apresiaksi" Remaja Masjid Indonesia (ARMI) yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (7/11/2024),
Ia berharap, remaja dapat menguatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial. Asrorun mengatakan, remaja masjid tidak hanya berperan dalam membangun karakter pemuda yang berakhlak mulia, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
Asrorun menekankan pentingnya kepedulian sosial remaja masjid dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat. “Remaja masjid perlu peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya serta berperan sebagai penggerak kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan muamalah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peran sosial masjid harus diperkuat sehingga mampu memfasilitasi berbagai kegiatan positif yang relevan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Kita perlu memastikan masjid berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai basis kegiatan muamalah yang menguatkan satu sama lain,” kata Asrorun.
Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial, Asrorun berharap, berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu narkoba, dapat diatasi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi masjid sebagai tempat perlindungan dan pembinaan bagi generasi muda dan masyarakat luas.
Msk/Mr



