Tangerang, Bimas Islam --- Pendiri Klasikmedia.com Rakhmad Zailani Kiki mengungkapkan rendahnya literasi informasi akan menyebabkan seseorang menjadi objek semburan dusta atau sumber hoaks.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi materi pada acara Focus Group Discussion (FGD) Formulasi Kerja Sama Bidang Kemasjidan, yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, di Tangerang, Rabu (21/4).
“Semburan dusta atau istilahnya firehose of falsehood merupakan sebuah metode propaganda yang disebarkan dan disiarkan secara berulang-ulang secara terus menerus tanpa memedulikan apakah isi berita tersebut benar-benar sesuai kenyataannya,” ujarnya.
Objek sasaran semburan dusta ini, katanya, adalah alam pikir manusia atau singkatnya otak manusia. Bagian otak manusia yang disebut dengan otak reptil atau reptilian brain, di mana pada bagian otak ini bersemayam naluri insting manusia untuk bertahan hidup yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan makan, reproduksi, dan perlindungan diri.
Penulis buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi itu menjelaskan, menurut teori Paul D. MacLean seorang neuroscientist Amerika, pada tahun 50-an membagi otak manusia dalam tiga bagian, yaitu otak reptil, otak mamalia (sistem limbik), dan otak neokorteks.
“Oleh karena itu, pentingnya masyarakat memiliki kemampuan literasi informasi seiring pesatnya kemajuan teknologi, agar semua perilaku kehidupannya tidak hanya digerakkan oleh insting nalurinya semata,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



