Batam, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menekankan agar tim Penyuluh Agama Islam terus melakukan bimbingan terhadap penerima manfaat. Hal ini disampaikan Tarmizi saat membuka kegiatan Workshop Orientasi KUA Percontohan Ekonomi Umat di Aula KUA Kecamatan Batam Kota, Rabu (1/6/2022).
Dalam sambutannya, Tarmizi mengungkapkan, keberhasilan dari program pemberdayaan masyarakat terletak pada upaya pelatihan dan pembimbingan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana bantuan.
"Dana bantuan yang telah diberikan, itu harus terus diawasi agar digunakan secara tepat. Untuk itu, kami berikan waktu selama 3 tahun agar usaha para penerima manfaat dapat semakin berkembang," ujar Tarmizi.
Tarmizi melanjutkan, program KUA Percontohan Ekonomi Umat merupakan upaya dalam mengurangi angka kemiskinan di suatu wilayah. Selain itu, lanjutnya, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag juga mempunyai program lainnya, yakni Kampung Zakat dan Inkubasi Wakaf Produktif.
"Di Provinsi Kepri ini, baru program KUA Percontohan Ekonomi Umat di Kecamatan Batam Kota. Semoga ke depannya bisa bersinergi dengan program lainnya," lanjutnya.
Usai sambutan, Tarmizi menyerahkan bantuan secara simbolis senilai 100 juta rupiah yang dibagikan kepada 10 penerima manfaat, sekaligus meresmikan 4 KUA Percontohan Ekonomi Umat, yakni KUA Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepri; KUA Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Bengkulu; KUA Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali; dan KUA Kecamatan Stabat, Langkat, Sumatera Utara.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



