Padang, Bimas Islam --- Pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji salahsatu upaya mewujudkan Revitalisasi KUA sebagai program prioritas Kementerian Agama. Untuk Sumatra Barat program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 dengan membangun Balai Nikah dan Manasik Haji dari anggaran SBSN (Surat Berharga Syariah Negara).
Kepala Kantor Wilaya (Kanwil) Kementerian Agam (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Helmi mengatakan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) satu dari 7 (tujuh) program prioritas Kementerian Agama. Berbagai upaya dilakukan dalam meningkatkan pelayanan masyarakat di KUA yang merupakan ujung tombak Kementerian Agama.
Dikatakan Helmi sampai tahun 2021 sudah 46 Balai Nikah dan Manasik Haji yang dibangun di Sumatra Barat. Tahun 2017 dibangun 7 Balai Nikah dan Manasik Haji, 2018 sepuluh unit, 2019 empat unit, 2020 tiga belas unit.
“Sementara tahun 2021 ada 6 Balai Nikah dan Manasik Haji yang dibangun di KUA Sumatra Barat dengan total anggaran 55 milyar rupiah dan akan diresmikan hari ini oleh Bapak Dirjen Bimas Islam,” ungkap Kakanwil, Kamis (14/4) saat penandatanganan Gedung KUA di Hotel Mercure Padang.
Kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kakanwil menyampaikan bahwa Sumatra Barat memiliki 178 Kecamatan. Sementara lembaga KUA yang ada baru 172 ada 6 (enam) kecamatan lagi yang belum memiliki gedung KUA.
Terkait jumlah rumah ibadah di Sumatra Barat ada 5.266 mesjid, 11.975 musala/surau/langgar. Rasio perbandingan rumah ibadah dengan jumlah penduduk 5 juta 580 ribu jiwa, 1 mesjid untuk 381 orang, terang Kakanwil.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan revitalisasi KUA salahsatu upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat terutama di tingkat kecamatan.
Pada kesempatan itu, seiring meningkatnya fasilitas layanan terutama di KUA Dirjen berpesan kepada jajaran Kementerian Agama untuk memberikan contoh yang baik dan berprilaku religius.
“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita pantas menjadi pegawai Kementerian Agama apalagi di Bimas Islam, Penais dan Urais sudah seharusnya menjadi contoh dan rol model dalam kehidupan sosial masyarakat,” ingatnya.
“Program dan aktifitas yang ada di DIPA wajib dilaksanakan semaksimal mungkin sebaik-baiknya. Tidak cukup dengan itu, kita harus memberikan sesuatu kepada masyarakat, kita harus mencerahkan masyarakat, menjadi rujukan, referensi, contoh dan tempat masyarakat bertanya tentang agama. Ituah distisi pegawai Kementerian Agama,” imbuhnya.
Dikatakan Dirjen Kementerian Agama memiliki fungsi paling fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, itulah tugas kita semua. Program Moderasi Bergama sebagai program prioritas wajib dilaksanakan, mengajak masyarakat untuk beragama secara moderat. Tidak berlebih-lebihan, tidak menambah dan tidak mengurangi.
Ditegaskan Dirjen, Kementerian Agama memiliki tanggungjawab terhadap kualitas kehidupan umat beragama di Sumatra Barat. Kita diberi amanah oleh Negara untuk mengurus umat. Mari kita terus berfikir dan bersemangat, berkomitmen untuk memberikan yang lebih kepada bangsa, sesuai kapasitas dan background, tukas Dirjen.
Pada kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam menandatangani enam prasasti Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji SBSN tahun 2021. Diantaranya, KUA Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, KUA Kecamatan Suliki Kabupaten Limapuluh Kota, KUA Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, KUA Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, KUA Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan dan Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.
Usai penandatangan Prasasti Gedung Balai Nikah Dirjen juga menyerahkan piagam penghargaan kepada jajaran Kementerian Agama Sumatra Barat. Penghargaan ini sebagai motivasi dan apresiasi atas kinerja dan inovasi yang telah dilakukan jajaran Kementerian Agama.
Ada enam Kepala Kankemenag yang menerima penghargaan,
1. Pengirim laporan NR tercepat diraih Kemenag Kab. Pasaman Barat dan diterima Kepala Kankemang Muhammad Nur.
2. Penggiat Thaharah Mesjid Terbanyak diraih Kemenag Kabupaten Sijunjung diterima Kepala Kankemenag Syamsul Arifin.
3. Penginputan Aplikasi Simas Terbanyak diraih Kemenag Kabupaten Agam diterima Kepala Kankemenag, Marjanis.
4. Penggiat KUA terbersih diraih KUA Kec. Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman diterima Kepala Kankemenag, Syafrizal.
(Sumbar.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



