Timor Tengah Selatan, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, program Kampung Zakat yang digulirkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam adalah salah satu instrumen yang bisa mentransformasi dan menyejahterakan masyarakat.
“Kampung zakat adalah program yang menjalankan konsep zakat, infak, dan sedekah (zis) sebagai salah satu konsep yang diperkenalkan oleh Islam untuk mentransformasi masyarakat dari miskin menjadi sejahtera,” kata Dirjen saat meresmikan Kampung Zakat di Desa Bila, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (07/06).
Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu mengungkapkan, program Kampung Zakat di Desa Bila adalah langkah awal dari 1.000 langkah yang dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat, sejahtera, mandiri, dan bahagia.
“Kebahagian dan kesejahteraan adalah indikator yang mewujudkan masyarakat damai dan rukun,” ujarnya.
Dirjen mengajak Kemenag Provinsi NTT, Kankemenag Kabupaten/Kota, BAZNAS, LAZ, dan Pemerintah Daerah bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan Desa Bila khususnya dan Provinsi NTT secara umum menjadi daerah damai, tenteram, sehingga tujuan berbangsa serta bernegara dapat dicapai bersama.
“Bersinergi adalah kunci sukses mewujudkan Indonesia menjadi bangsa kuat,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



