Padang, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keragaman paling tinggi di dunia, dari sisi budaya, agama, dan bahasa diperlukan kemampuan dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keragaman itu.
“Peresmian monumen Al-Qur’an ini adalah bentuk sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keberagaman. Hal itu merupakan salah satu karakteristik budaya Islam di Indonesia yaitu terjalinnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang bagus untuk menjaga keberagaman,” katanya saat meresmikan Monumen Al-Quran di Islamic Center Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (13/11).
Dirjen menyatakan, pendirian Monumem Al-Quran adalah merefleksikan adat Minangkabau yaitu Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah, yang memiliki arti Adat itu Bersendikan Agama, Agama Bersendikan Kitabullah
“Semoga bisa dijaga tradisi budaya yang sangat luar biasa ini,” ujarnya.
Selain itu, Dirjen menyatakan, pendirian Monumen Al-Quran oleh alumni SMP angkatan 81 seluruh Kota Padang Panjang adalah partisipasi dari masyarakat untuk mendukung pemerintah menciptakan masyarakat yang beragama.
“Terima kasih telah mendukung Pemerintah mewujudkan masyarakat yang religius,” tuturnya.
Dirjen berharap, Monumen Al-Quran ini dapat menjadi inspirasi seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keislaman di Kota Padang Panjang.
“Semoga pendirian monumen ini menjadi inspirasi menjaga keislaman di kota terhormat ini,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



