Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengungkapkan, salah satu poin penting dari program Revitalisasi KUA adalah komitmen dan konsistensi dalam melakukan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
"Revitalisasi KUA ini identik dengan peningkatan kapasitas berkelanjutan, tidak boleh kita berhenti melakukan peningkatan kapasitas," ungkapnya, Kamis, (25/05/2023) pada kegiatan Penguatan 106 KUA Revitalisasi di Jakarta.
Ia mengatakan, salah satu bentuk peningkatan kapasitas yang perlu dilakukan yaitu terkait dengan kompetensi penghulu.
"Kalau penghulu kita punya kapasitas yang bagus, maka ia akan menjadi referensi, menjadi rujukan yang bagus, menjadi narasumber terhadap persoalan-persoalan bangsa, karena sesungguhnya penghulu ini relokasinya dengan dinamika sosial keagamaan sangat besar sekali," tegasnya.
Ia juga menjelaskan, saat ini Kemenag tengah mempersiapkan para penghulu untuk mencapai puncak profesi yang disebut Penghulu Utama, dengan tugas dan tanggung jawab tertentu yang juga sedang dirumuskan oleh Kemenag. Maka dari itu, Dirjen Bimas Islam berpesan kepada para penghulu untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
"Seorang penghulu tidak boleh berhenti membaca literatur, buku, realita, dinamika, dan semua yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, nanti ketika sampai puncaknya, betul-betul menjadi tokoh masyarakat, konsultan keluarga, rujukan dari sejumlah persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini," tuturnya.
Msk/Mr



