Sleman, Bimas Islam -- Kepala Kantor Kemenag, Sleman Sidik Pramono mengatakan, pembagian kerja dalam program Revitalisasi KUA di daerahnya akan lebih mengutamakan kerja sama antar SDM, tidak ada lagi pembagian sesuai tugas masing-masing.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Revitalisasi KUA Kapanewon/Kemantren Tahun 2023 di KUA Turi, Sleman, Senin (10/4/2023) yang digelar Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kemenag (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurutnya, SDM memiliki posisi krusial, dan menjadi kunci sukses dan gagalnya revitalisasi.
“Salah satu hambatan pada revitalisasi yaitu mindset kita. Revitalisasi KUA merupakan bagian terbesar perubahan di KUA. Tidak lagi berbicara mindset egois dengan pekerjaan masing-masing, maka membutuhkan suatu teamwork di KUA untuk melakukan kerja sama dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Muda Bidang Urais Kanwil Kemenag DIY, Halili mengatakan, revitalisasi harus menghasilkan pemberdayaan masyarakat. Terkait itu, persepsi terkait peta dan arah revitalisasi harus disamakan melalui kegiatan FGD.
“Jangan dipahami revitalisasi sebatas masalah pernikahan. Kembangkan kembali pemberdayaan masyarakatnya. FGD ini bermaksud melakukan pendampingan, peta arah/jalan revitalisasi KUA,” ujar Halili.
Pada 2023, Kabupaten Sleman memiliki tiga KUA Revitalisasi, yaitu KUA Pakem, KUA Turi, dan KUA Mlati. Diharapkan, program revitalisasi tidak dianggap sebagai sebuah beban. "Jangan merasa terbebani dengan program revitalisasi. Mari bersama-sama melakukan hal-hal yang terbaik untuk masyarakat," ujar Halili.
FGD Revitalisasi KUA Kapanewon/Kemantren Tahun 2023 ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para pegawai KUA dalam melaksanakan program Revitalisasi KUA.
Fn/Mr



