Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah (KS) Kemenag, M. Adib menegaskan bahwa Revitalisasi KUA yang menjadi program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merupakan upaya peningkatan layanan dan program KUA bagi masyarakat. Pria yang akrab disapa Gus Adib ini menjelaskan, KUA bukan hanya mencatat pernikahan.
"Revitalisasi KUA bertujuan meningkatkan sebesar-besarnya manfaat untuk masyarakat. Kami sedang ingin membangun KUA yang betul-betul kuat, fungsional, dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat," ungkap Gus Adib dalam Fasilitasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) yang ditutup di Hotel Millennium, Jakarta, Rabu (30/3/22).
Revitalisasi KUA, lanjut Gus Adib, bukan hanya perbaikan sarana dan prasarana (sarpras). Lebih jauh, KUA disiapkan menjadi pusat layanan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.
"Bukan hanya fisik dan sarpras yang bagus tetapi juga manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat," harapnya.
Disebutkan dalam PMA 34 Tahun 2016, KUA memberikan sejumlah layanan seperti pernikahan, keluarga sakinah, zakat dan wakaf, penerangan agama Islam, haji dan umrah, dan kemasjidan. Melalui Revitalisasi yang telah dilaksanakan sejak 2021, KUA diharapkan menjadi pusat layanan keagamaan bagi masyarakat.
"KUA menjadi pusat layanan keagamaan, pusat moderasi beragama, mampu melakukan deteksi dan respons dini terhadap konflik berbasis agama, dan pusat pemberdayaan ekonomi umat," pungkas Gus Adib.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



