Jakarta, Bimas Islam --- Program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) yang digagas oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menargetkan KUA sebagai pusat moderasi beragama. Dalam mencapai target ini, Penyuluh Agama Islam (PAI) menjalankan peran sebagai agen dalam sosialisasi dan implementasi moderasi beragama.
"Ketika KUA ingin menjadi pusat moderasi beragama, pusat pengarusutamaan pemahaman yang moderat, penyuluh punya peran yang luar biasa," ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Layanan Penyuluh Agama Islam Dukungan Program Revitalisasi KUA di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Senin (19/4/21).
Dirjen menambahkan, penyuluh yang berjumlah 50.000 di seluruh Indonesia ini sudah hadir untuk mengisi ruang spiritualitas di tengah masyarakat. Dengan kehadiran penyuluh ini, diharapkan paham keagamaan yang menyimpang tidak memiliki ruang untuk hadir dan berkembang.
"Kita sedang berhadapan dengan banyak paham keagamaan yang menyimpang. Kita dituntut untuk hadir di ruang spiritualitas untuk memberikan bimbingan, agar faham keagamaan yang menyesatkan tidak berkembang di masyarakat," tambahnya.
Khusus terkait moderasi beragama yang merupakan program unggulan Kementerian Agama, Dirjen kembali mengingatkan pentingnya paham moderat yang membawa kedamaian.
"Moderat itu tidak menyebarkan kebencian, tidak menghina kelompok lain, tidak boleh menghina, menghasut, adu domba antar penganut agama. Moderasi beragama itu rahmatan lil 'alamin," pungkas Dirjen.
Dalam pembukaan Bimtek ini hadir Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi. Peserta Bimtek sebanyak 60 penyuluh yang berasal dari 6 KUA model revitalisasi, yaitu KUA Banjarnegara, Jawa Tengah; KUA Sewon, Bantul, Yogyakarta; KUA Sidoarjo, Jawa Timur; KUA Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat; KUA Gunung Sugih, Lampung dan KUA Bringkanaya, Makassar.
Bimtek yang dihelat pada Senin-Kamis, 19-22 April 2021 ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Peserta sudah menjadi tes swab antigen sebelum memasuki ruangan dan kembali ditest saat akan pulang menuju daerah masing-masing.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



