Semarang, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Adib mengatakan, KUA merupakan wajah Kemenag di tengah masyarakat. Karenanya, revitalisasi KUA menjadi hal yang sangat penting dan mendesak.
“KUA itu merupakan wajah dari Kemenag. Baik atau buruknya layanan di Kementerian Agama ada pada KUA,” terang Adib saat membuka Bimtek Layanan Bidang Urais dan Binsyar Bagi Penghulu, Penyuluh se-Jawa Tengah di Hotel Novotel, Semarang, Kamis (16/6).
Karenanya, kata mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini, revitalisasi KUA menjadi terobosan yang sangat penting dan mendesak. “Revitalisasi KUA merupakan program unggulan yang sangat vital. Karena KUA itu posisinya berada pada ujung layanan Kementerian Agama,” tuturnya.
“Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan di KUA. Jadi kalau KUA bagus pelayanannya maka kita bisa menilai pelayanan keagamaannya di bawah koordinasi Kementerian Agama itu baik atau bagus,” tambahnya.
Menurut Adib, sebagai warisan dari para pendahulu, sudah selayaknya menjaga dan merawat KUA. Dia mengatakan, meski bukan negara agama, tapi para leluhur bangsa mengamanatkan untuk memberikan pelayanan keagamaan terbaik kepada masyarakat.
“Indonesia mengambil posisi bukan sebagai negara agama, bukan pula sebagai negara sekuler, tetapi memberikan layanan keagamaan yang terbaik kepada masyarakat. Ini merupakan manifestasi dari sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



