Semarang, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Adib menegaskan, program revitalisasi KUA yang diusung Kemenag merupakan wujud hadirnya negara dalam layanan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Adib saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Bagi Penghulu, Penyuluh KUA Revitalisasi se-Jawa Tengah. Acara tersebut diselenggarakan Direktorat Urais dan Binsyar selama dua hari pada Kamis-Jumat, 16-17 Juni 2022.
“Revitalisasi terhadap KUA yang tengah diusung Kementerian Agama merupakan salah satu perwujudan dari hadirnya negara di tengah masyarakat dalam pelayanan keagamaan, sehingga patut bagi kita semua untuk meningkatkan rasa syukur,” kata Adib di Hotel Novotel, Semarang, Kamis (16/6).
Adib mengatakan, menyukseskan program revitalisasi KUA merupakan amanat negara. Karenanya, dia mendorong semua pihak yang terlibat untuk serius dalam mewujudkan visi, misi, serta tujuan dari salah satu program prioritas Kemenag ini.
“Kita diberi tugas dan amanat oleh negara dalam rangka meningkatkan kualitas layanan keagamaan. Ini merupakan kerja kolektivitas yang tidak akan bisa berjalan bila dilakukan oleh perorangan. Maka perlu dilaksanakan secara optimal oleh kita semua,” katanya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Kasubag TU Direktorat Urais dan Binsyar Fathur Rozi ini, Adib berharap para penghulu dan penyuluh mampu memberikan pelayanan secara maksimal. “Kalau kita berbicara tentang layanan keagamaan, justru penyelenggara KUA yang menjadi ujung tombaknya,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



