Semarang, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Fuad Nasar menegaskan, layanan di KUA harus berkualitas setelah dilakukan revitalisasi. Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar peningkatan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan infrastruktur nonfisik.
"Revitalisasi KUA yang diusung Menteri Agama bukan sekadar peningkatan dari segi infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut infrasturktur nonfisik," kata Sesditjen dalam sambutannya pada pembukaan Bimtek Petugas Layanan KUA di Provinsi Jawa Tengah di Hotel Harris Semarang, Selasa (7/6).
Menurut Sesditjen, penguatan layanan KUA merupakan upaya dari Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap masyarakat. Apalagi, kata dia, era teknologi informasi semakin berkembang, sehingga mempengaruhi pola pikir dan kerja masyarakat.
"Para pegawai di KUA yang merupakan garda terdepan dari Kementerian Agama mesti punya atribut yang sesuai dalam memberikan layanan, informasi, maupun solusi terhadap problematika yang dibawa masyarakat ke KUA. Ini yang kita harapkan dari program Revitalisasi KUA," jelas Sesditjen.
Sesditjen mengungkapkan, Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam terus meningkatkan program-program pendukung untuk menyukseskan Revitalisasi KUA, salah satunya melalui kegiatan Bimtek terhadap petugas layanan di KUA.
"Kegiatan berupa Bimtek seperti ini memiliki tujuan agar petugas layanan di KUA benar-benar memahami tugas dan fungsinya. Setelah itu, kita berharap timbal balik yang memuaskan dari masyarakat terhadap layanan di KUA. Kami yakin setelah direvitalisasi, layanan KUA makin berkualitas," kata Sesditjen.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



