Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Bina Kelembagaan KUA Kementerian Agama, Wildan Hasan Syadzili mengatakan, program Revitalisasi KUA ditargetkan berjalan di seluruh KUA. Ia menyebut, jika anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) terpenuhi, target tersebut akan segera diwujudkan.
"Andai kita punya sumber daya anggaran, SDM, dan sumber daya lainnya yang bisa mencakup semuanya, kita ingin melakukan revitalisasi untuk semua KUA, tapi sampai hari ini, baru sekian persen saja KUA yang menjadi sasaran revitalisasi,” ujarnya dalam program Sapa KUA yang digelar secara Daring dan disiarkan melalui kanal Youtube KUA Kita, Selasa (28/3/2023).
Salah satu unsur terpenting dalam program Revitalisasi KUA adalah capacity building atau peningkatan kapasitas pegawai. Wildan menyebut, pegawai KUA harus mengerti tujuan dan ranah capacity building yang selama ini telah dijalankan.
“Sering kali kita mendengar istilah capacity building. Istilah ini terlalu sering digunakan sampai kita tidak tahu apa maknanya,” ujar Wildan.
Menurutnya, dalam berbagai literatur, capacity building mengacu pada empat ranah, yaitu fungsi, organisasi, SDM, dan sistem. Keempat hal tersebut, jika berjalan sesuai target, maka program Revitalisasi KUA dinilai berhasil.
“Pada PMA (Peraturan Menteri Agama) 34 tahun 2016, KUA memiliki sembilan fungsi, dalam revitalisasi ini berubah menjadi 12+1, 12 fungsinya dan plus satu, karena yang satunya nanti adalah pelayanan keagamaan yang ditetapkan Dirjen,” ujarnya Wildan.
Program Sapa KUA ini dihadiri perwakilan KUA dan Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.
Fn/Mr



