Bogor, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) berencana merevitalisasi Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rencananya UPQ ini akan memiliki standar internasional dan diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi Indonesia.
“Kita ingin dengan wajah UPQ yang baru, tempat ini nantinya bisa menjadi pusat literasi Al-Quran, juga menjadi sarana edukasi, atau wisata religi,” kata Kepala UPQ, Jamaludin M. Marki kepada Bimas Islam, Senin (22/02/2021).
Jamaludin menerangkan, target tersebut seleras dengan lokasi UPQ yang dekat dengan wisata Puncak, yang diharapkan bisa menjadi wisata alternatif, yang bisa dinikmati mulai dari siswa Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi.
“Kita berharap mereka bisa belajar bagaimana proses percetakan Al-Quran. Karena mencetak Al-Quran itu tidak bisa disamakan dengan mencetak koran atau majalah atau buku-buku lainnya, ”kata Jamaludin.
“Proses cetak Al-Quran betul-betul yang dibutuhkan ketelitian, kehati-hatian, serta selalu menjaga diri dari hadas besar maupun kecil,” imbuhnya.
Dia mengatakan, UPQ pertama kali berdiri pada 2016, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 27 Tahun 2013, kemudian berkembang dengan PMA Nomor 14 Tahun 2018. Hal tersebut kemudian menjadi pegangan dalam operasional UPQ sebagai Satuan Kerja (Satker) Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
“Untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia, kita setidaknya harus mencetak 200 juta mushaf Al-Quran,” tuturnya.
UPQ, kata Jamaludin, pernah mencoba mencetak 1 juta mushaf per tahun sejak 2019 lalu, namun karena keterbatasan mesin cetak yang belum memenuhi, sehingga UPQ tidak bisa mencapai target tersebut.
“Dengan peralatan yang dimiliki UPQ saat ini, kita hanya bisa mencetak 300 sampai 400 ribu mushaf Al-Quran per tahun,” ujarnya.
Sampai 2019 lalu, UPQ sudah mencetak berbagai 1.705.000 mushaf dengan tipe, mulai dari Mushaf Al-Quran Standar Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, Juz Amma Terjemah dan Transliterasi Latin, dan Surat Yaasin. Tahun 2021 ini UPQ mencetak 420 ribu dengan rincian mushaf Al-Quran 400 ribu dan Al-Quran dan Terjemah 20 ribu.
“InsyaAllah kita akan mencetak sebanyak 20 ribu Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya. ini untuk pertama kalinya UPQ mencetak Mushaf Al-Qur'an dan Terjemahnya dengan naskah terjemahan yang terbaru direvisi tahun 2019 oleh Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) yang sebelumnya terakhir direvisi pada Tahun 2002, ”pungkasnya. (Rendi)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



