Padang, Bimas Islam -- Ribuan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan Salat Sunah Khusuf di Masjid Raya Sumbar, Kota Padang, Selasa (8/11/22) malam. Salat sunah yang dilaksanakan saat Gerhana Bulan ini dipimpin oleh Ustaz Irsyad.
Turut melaksanakan salat, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Helmi, mantan Menag, Said Agil Husin Al-Munawar, dan sejumlah Dewan Hakim MTQ KORPRI Nasional VI. Bertindak selaku Khatib, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar.
"Siang, malam, matahari, dan bulan merupakan tanda kekuasaan Allah. Peristiwa Gerhana Bulan ini seharusnya membuat kita semakin dekat kepada Allah," ujar Nasaruddin dalam khotbahnya.
Gerhana Bulan, sambung Nasaruddin, bukanlah kebetulan. Terjadinya peristiwa langka ini merupakan bukti Kekuasaan Allah. Ia mengingatkan jemaah, Gerhana Bulan bukanlah mitos.
"Dahulu terjadi Gerhana Bulan bertepatan dengan meninggalnya salah seorang putra Nabi Muhammad SAW. Masyarakat mengira, Gerhana Bulan terjadi lantaran anak Nabi meninggal. Nabi mengatakan, Gerhana Bulan bukan terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang," tandasnya.
Usai melaksanakan Salat Khusuf, Nasaruddin bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengamati bulan secara langsung dengan menggunakan teleskop di Lantai 2 Masjid Raya Sumbar. Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengajak masyarakat Muslim melaksanakan Salat Khusuf bertepatan dengan Gerhana Bulan pada 8 November 2022.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



