Semarang, Bimas Islam — Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima, Semarang, untuk mengikuti jalan sehat yang dikemas dalam Sakinah Funwalk. Kegiatan tersebut digelar oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, Minggu (28/9/2025).
Selain berolahraga bersama, warga juga diajak memahami pentingnya pencatatan nikah sebagai bentuk perlindungan hukum keluarga. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, GAS Pencatatan Nikah merupakan gerakan nasional yang perlu terus digencarkan untuk memberikan perlindungan hukum dan sosial bagi keluarga.
“Masih banyak pasangan di Indonesia yang menikah secara agama tetapi belum tercatat secara resmi. Melalui gerakan ini, kita ingin memastikan setiap pernikahan tercatat agar keluarga terlindungi secara hukum dan sosial,” jelasnya.
Berkah Ekonomi bagi Pedagang Lokal
Di balik semarak kegiatan tersebut, tersimpan berkah bagi para pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara. Kehadiran ribuan peserta membuat dagangan mereka laris, terutama pedagang makanan dan minuman.
Salah satunya Ahmad Rofiq, penjual minuman asal Semarang, yang mengaku memperoleh keuntungan berlipat dibanding hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini saya merasakan dampaknya. Biasanya sehari saya hanya mendapat untung sekitar Rp200 ribu, tapi hari ini bisa mencapai Rp600 ribu. Sangat membantu sekali,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Gerakan Religius yang Dorong Ekonomi Mikro
Kisah Ahmad Rofiq membuktikan bahwa kegiatan berbasis masyarakat seperti Sakinah Funwalk tidak hanya memiliki nilai religius dan edukatif, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi mikro, terutama bagi pelaku usaha kecil di sektor informal.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan nikah, kegiatan ini juga meninggalkan dampak ekonomi nyata yang langsung dirasakan oleh warga sekitar.
Msk/Mr



