Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin (LHS) mengapresiasi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama yang telah menginisiasi buku Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam.
Menurut tokoh Moderasi Beragama yang akrab disapa LHS ini dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ditjen Bimas Islam dan tim penulis buku MB Perspektif Bimas Islam atas akan diterbitkannya buku ini.
"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Ditjen Bimas Islam yang telah menginisiasi dan mewujudkan upaya kita bersama dalam rangka penguatan Moderasi Beragama lewat penerbitan buku Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam," kata LHS dalam gelaran riview buku MB Perspektif Bimas Islam di Jakarta, Selasa (07/09).
"Ini pekerjaan yang panjang dan tidak sederhana sampai muncul rencana buku yang berisi 300 halaman. Saya sudah cermati bab per bab serta mendengar langsung paparan dari masing-masing penulis," sambung LHS yang hadir bersama Alisa Wahid sebagai tim reviwer.
Sebagai tim reviwer LHS menilai buku Moderasi Beragama Prespektif Islam ini sangat akademik, ada banyak istilah, kaya akan ilmiah, disisi lain ada penulis dengan gaya bertutur dan mengalir tanpa tulisan kaki.
"Saran saya buku yang akan menjadi bandul MB Bimas Islam ini dapat dipecah menjadi beberapa turunan judul sehingga sasaran yang akan dituju dari buku ini jelas ," ujarnya.
"Ini penting. Saya memiliki pikiran karena buku ini diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam dan akan menjadi buku resmi Kementerian Agama. Atau buku ini sebagai pegangan yang akan dijadikan bahan rujukan bagi para ASN dan jajaran di lingkungan Ditjen Bimas Islam, " tandas LHS.
LHS pun berharap tim penulis dan editor dapat secara seksama memilih tema-tema sesuai paradigma buku MB Perspektif Bimas Islam dengan narasi-narasi yang nantinya tidak memunculkan sensitivitas di kalangan umat dan ormas Islam.
Dalam catatan rivewer lainnya, Alissa Wahid menyampaikan pentingnya pemuatan paradigma moderasi beragama dalam bimbingan masyarakat Islam sebagai spirit yang melatari kerja para aparatur publik.
Serta ditambahkan oleh riviewer dari CRCS UGM Yogyakarta Samsul Maarif, bahwa dalam penyusunan buku rujukan Ditjen Bimas Islam tersebut dipandang perlu menjadikan fakta sosial di masyarakat sebagai latar ditentukannya prinsip-prinsip kebijakan sebagai implementasi nilai moderasi beragama.
Selama tiga hari kedepan 7-9 September 2021, tim penulis, jajaran pejabat Ditjen Bimas Islam dan tim reviewer akan berdiskusi dan mengumpulkan masukan-masukam untuk menyempurnakan draft buku Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam.
Penulis yang terlibat dalam rencana penerbitan buku ini yakni Abdul Jamil Wahab, Faqihuddin Abdul Kodir, Suwendi, Biltiser, Hengki Ferdiansyah, Muhammad Syafaat, Nurun Nisa, Pipit Aidul Fitriyana, Abi S Nugroho, dan Alm. Ahmad Khoirul Anam. Sementara Editor Dedi Slamet Riyadi, Layouter: M. Fajrin Aulia.
Hadir sebagai riviewer lainnya melalui media zoom Staf Khusus Menteri Agama Isfah Abidal Aziz.
Buku yang berisikan dua bagian utama berupa aspek teoritis dan strategi implementasi ini disupervisi langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin serta didampingi oleh Sesditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar, Direktur Urais dan Binsyar Moh. Agus Salim, Direktur Penais Syamsul Bahri, Plt Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah M Adib Mahrus, Direktur Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam Akmal Salim Ruhana, Hastomo Aji dan Bayu Ihsan Merdeka.
(M. Syafaat)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



