Jakarta, Bimas Islam --- Dai Milenial Habib Husein Ja’far menjadi salah satu pembicara dalam forum Road to International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2022. Pada kesempatan itu, Habib Ja’far menyoroti minimnya narasi-narasi moderat di dunia maya.
“Saat ini, ilmu atau narasi yang menjelaskan Islam moderat di media digital sangat minim. Padahal jumlah anak muda Indonesia tahun 2022 ini lebih dari 60 persen,” ujar Habib Husein dalam forum yang digelar Ditjen Bimas Islam bekerja sama dengan El-Bukhari Institute secara daring, Jumat (8/7).
Menurut Habib Ja’far, minimnya narasi-narasi yang menjelaskan tentang moderasi beragama di dunia maya berdampak pada minimnya orang yang memahami moderasi beragama. “Mau tidak mau kita harus bekerja keras untuk memperbanyak narasi-narasi moderasi beragama di ranah maya,” katanya.
“Sekarang ini, kita dihadapkan pada situasi di mana ilmu atau narasi moderasi beragama di dunia maya sangat minim, tetapi semangat remaja Muslim dalam mencari ilmu agama sedang tinggi-tingginya. Mereka sedang haus-hausnya menimba ilmu agama,” tambahnya.
Karenanya, Habib Husein menegaskan, perlu ada strategi dalam menyampaikan moderasi beragama di dunia maya. Termasuk, kata dia, mengakselerasi pendakwah-pendakwah moderat yang mahir dalam dunia digital.
“Menurut saya jalan keluarnya dua. Pertama, one pesantren one studio. Ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kedua, kita harus melahirkan kelompok-kelompok yang memang menguasai betul apa itu moderasi beragama. Ini yang saya kira perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



