Kepri, Bimas Islam -- Rudi Hartono, baru 4 tahun 1 bulan menjadi seorang Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Kepulauan Anambas. Nasib mujur mengantarkan dirinya sebagai seorang abdi negara setelah dinyatakan lulus pada seleksi CPNS tahun 2018 lalu dengan penempatan di KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Siantan.
Meski masih terbilang muda, Rudi tak pernah merasa jenuh melaksanakan tugasnya menjadi lampu pengetahuan bagi umat Islam yang fakir ilmu agama. Kepulauan Anambas yang berada jauh dari jangkauan gemerlap ibu kota pun tidak menjadi kungkungan baginya. Daerah yang terkenal dengan keindahan pantai dan kekayaan lautnya ini terasa menjadi tempat penggemblengan diri.
Diuntungkan dengan kemampuannya memanfaatkan kemajuan teknologi, pria kelahiran Tembilahan Provinsi Riau ini tidak hanya dikenal oleh jemaahnya saja, tetapi semua orang juga dapat melihat giat penyuluhannya dalam video yang ia unggah di media sosial pribadi.
Rudi berteman dan berguru tidak pandang bulu. Ia sering menyempatkan waktu untuk berbincang dengan masyarakat, sahabat, dan bahkan pejabat untuk menampung pengetahuan yang sarat.
“Ilmu bisa dicari di mana saja, termasuk di warung kopi. Dalam setiap obrolan nasihat dan perkataan yang baik bisa jadi ilmu, yang buruk jadi hikmah,” ujar pria penyeruput kopi ini.
Baru-baru ini Rudi menantang dirinya mengikuti ajang Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Award tahun 2023. Menurutnya, seleksi ini adalah salah satu cara lain untuk mendalami ilmu sekaligus menjajal kemampuan diri. Meski bersaing dengan penyuluh agama senior lainnya, ia tak peduli. Menang dan kalah adalah untuk koreksi diri.
Singkat cerita, usai mengungguli di seleksi PAIF Award 2023 tingkat kabupaten dan provinsi, Rudi ditunjuk mewakili Kepri pada tanggal 31 Juni 2023 lalu dan melenggang ke arena nasional. Dirinya merupakan satu-satunya utusan Kepri yang lolos dengan membawa makalah bertemakan, Peran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Siantan dalam Memberikan Bimbingan dan Pembinaan Mualaf dan Masyarakat Muslim di Desa Sri Tanjung, kategori Pendampingan Kelompok Rentan.
Muhammad Yunus selaku Penyuluh Agama Islam Ahli Muda Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, ada tujuh kategori pada PAIF Award 2023 ini, yaitu kategori Kesehatan Masyarakat, Metode Penyuluhan Baru, Pelestarian Lingkungan, Peningkatan Literasi Al-Qur’an, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pendampingan Kelompok Rentan, dan Penegakan Hukum.
“Dari sekitar 42 peserta di tingkat provinsi, hanya 1 yang lolos memenuhi kriteria yakni Rudi Hartono di kategori Pendampingan Kelompok Rentan,” kata Muhammad Yunus, Jumat (4/8/2023).
“Rudi aktif memberi pencerahan di pulau-pulau. Dia unggul karena nilai video dan makalahnya tinggi. Ada testimoni dari Wakil Bupati Anambas juga. Portofolio masih belum banyak karena terbilang baru jadi penyuluh dibanding peserta lain. Kami memberi apresiasi kepadanya, seorang ustaz lulusan pondok pesantren dan punya hafalan Al-Qur’an,” kesannya.
“Mudah-mudahan bisa masuk nominasi juara, karena saingannya juga berat-berat, dan dia satu-satunya perwakilan dari Kepri yang lolos masuk di tingkat nasional. Provinsi lain banyak yang terpenuhi mengirim 1 utusan untuk 7 kategori,” harap Yunus atas kepesertaan Rudi di ajang PAIF Award 2023 nasional ini.
Masuknya Rudi Hartono pada nominasi PAIF Award 2023 nasional di tahap kedua ini disambut baik oleh Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri Edi Batara, yang menaungi giat para penyuluh agama Islam. Ia menilai Rudi Hartono adalah seorang penyuluh agama Islam yang memiliki integritas yang tinggi, keilmuannya diaplikasikan dalam keseharian.
“Die interaktif tanpa pandang bulu dengan masyarakat setempat. Semua komunitas masyarakat dibanggakan dan siraman dakwahnya sangat menyejukkan. Saya sangat bangga dan semoga sukses,” ungkapnya.
Humas Kep.Riau/Mr



