Samarinda, Bimas Islam– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 di Samarinda memikat ribuan pengunjung, termasuk generasi muda. Salah satu yang merasakan semaraknya acara ini adalah Aisyah (20), seorang mahasiswi asal Samarinda. Ia terkesan dengan berbagai kegiatan yang disajikan dalam ajang dua tahunan ini.
Aisyah mengungkapkan kekagumannya terhadap MTQ yang dianggap lebih dari sekadar kompetisi hafalan Al-Quran. "MTQ kali ini sangat menarik. Selain lomba hafalan, banyak kegiatan lain seperti pameran kaligrafi dan budaya Samarinda. Kita bisa belajar banyak hal baru sambil menikmati suasananya," kata Aisyah kepada wartawan, Rabu (11/9/2024).
Acara yang digelar di pusat kota ini tidak hanya menampilkan kompetisi tilawah. Pameran seni Islam, seperti kaligrafi, dan produk budaya lokal, termasuk kain tenun Samarinda, menjadi daya tarik tersendiri. Aisyah menilai, MTQ ini berhasil menggabungkan unsur religius dan budaya dengan baik.
Selain pameran, stan kuliner lokal juga menambah semarak acara. Aisyah mengaku menikmati aneka makanan tradisional setelah berkeliling. "Setelah lelah, kita bisa menikmati berbagai cemilan tradisional. Seru sekali! Saya sangat menikmati setiap momennya," ujarnya penuh semangat.
MTQ Nasional ke-30 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi penghafal Al-Quran, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat. Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Quran.
"Semoga dengan adanya MTQ ini, kita bisa lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari," tutup Aisyah.
MTQ Nasional ke-30 menunjukkan bahwa generasi muda, seperti Aisyah, tetap antusias terhadap nilai-nilai agama dan budaya. Acara ini diprediksi akan terus mendapat perhatian hingga penutupan akhir pekan mendatang.
Msk/Mr



