Semarang, Bimas Islam— Ribuan peserta Sakinah Funwalk dan kampanye Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah tetap memadati kawasan Car Free Day Simpang Lima, Semarang, seusai mencapai garis finis, Minggu (28/9/2025). Mereka antusias mengikuti sesi deeptalk bersama Gus Romzi. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Sakinah Fun Walk yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
Dalam forum tersebut, Gus Romzi membahas fenomena anak muda yang menunda pernikahan meskipun sudah siap secara ekonomi dan memiliki pasangan.
“Banyak yang sudah punya pekerjaan, tabungan, bahkan calon pasangan, tapi masih ragu untuk menikah. Padahal kalau kita percaya, menikah justru membuka pintu rezeki. Allah menjamin rezeki untuk pasangan maupun anak,” jelasnya di hadapan peserta.
Ia menilai salah satu penyebabnya adalah pengaruh konten media sosial yang mensyaratkan pernikahan hanya dapat dilakukan setelah mencapai financial freedom.
“Padahal tidak harus begitu. Hal terpenting adalah kesiapan mental, pemahaman hubungan suami-istri, dan tanggung jawab terhadap keluarga. Jika itu ada, maka Allah pasti memberikan jalan,” tegasnya.
Gus Romzi juga mengajak anak muda untuk mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga mental dan spiritual. “Anak muda sekarang sudah banyak akses untuk belajar. Mulai dari memahami prinsip-prinsip rumah tangga hingga menjadi orang tua yang baik. Prinsip itu bisa dilatih sejak usia 20-an,” tambahnya.
Ia kemudian mengingatkan hasil riset yang mencatat 55 juta orang berusia 21–40 tahun di Indonesia belum menikah. Menurutnya, angka tersebut menjadi tantangan besar bagi masyarakat.
“Jangan sampai generasi kita lebih nyaman hidup tanpa komitmen, hanya sekadar tinggal bersama. Itu berbahaya dan bisa merusak masa depan keluarga,” ujarnya.
Sesi deeptalk yang dikemas interaktif itu disambut hangat peserta, terutama kalangan muda. Banyak dari mereka merasa terwakili oleh isu yang dibahas. Melalui kampanye GAS Nikah, kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesadaran generasi muda bahwa menikah secara resmi bukan hanya ibadah, tetapi juga langkah membangun keluarga sakinah yang bahagia di dunia dan akhirat.
Mwr/Mr



