Jakarta, Bimas Islam --– Kementerian Agama RI (Kemenag) menyalurkan bantuan operasional bertahap sebesar 15 Miliar Rupiah kepada kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), ditandai dengan penandatanganan MoU surat perjanjian kerja sama dan serah terima secara simbolis.
Bantuan operasional tersebut diberikan secara bertahap, tahap pertama Rp 6 Miliar, tahap kedua Rp 4,5 Miliar, dan tahap ketiga Rp 4,5 Miliar.
Penandatanganan MoU dan serah terima bantuan dari Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI itu diwakili oleh Direktur Urais Binsyar, Kemenag RI Moh Agus Salim diterima langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar di ruang Vip Room Masjid Istiqlal, Selasa (23/3/2021).
Pada pertemuan itu, Nasaruddin Umar menyampaikan ada 46 program unggulan di tahun 2021 yang akan disinergikan dengan Kemenag, di antaranya ada yang terkait langsung dengan bidang Direktorat Urais Binsyar.
“Pertama yaitu pembinaan umat dan keluarga muslim, karena saat ini perceraian semakin banyak. Kemudian program pendidikan kader ulama perempuan, kedepannya akan lebih banyak mengajak pak Direktur untuk ke Istiqlal ini, apalagi kedepannya Istiqlal diminta menjadi payung dari seluruh masjid yang ada di tingkat kelurahan desa.” katanya.
Nasaruddin juga mengatakan, KUA akan menjadi representatifnya Kemenag ditingkat kecamatan, sehingga akan ada hal-hal yang bisa disinergikan menyangkut masalah pembinaan keumatan, dan mewujudkan moderasi beragama.
Sementara itu, Direktur Urais Binsyar Moh Agus Salim mengatakan, meskipun adanya optimalisasi anggaran, namun pihaknya akan tetap berkomitmen untuk tidak mengurangi nominal bantuan operasional tahun 2021 kepada masjid Istiqlal yang diberikan secara bertahap setiap tahunnya.
"Kedepannya kami akan sering berkunjung ke sini, seperti yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Bapak Nasaruddin banyak hal yang akan disinergikan yang berkaitan dengan moderasi beragama," ungkapnya.
Selain itu, Agus mengatakan Kemenag melalui Subdit Kemasjidan memiliki program bantuan Masjid/Mushalla, kemudian Pembinaan SDM Kemasjidan (Takmir, Imam dan Remaja Masjid), dan Modernisasi Data dan Layanan Berbasis IT.
“Setiap hari kami di Direktorat Urais Binsyar kebanjiran proposal, sehingga kami punya komitmen, bantuan dana masjid ini akan kita arahkan ke daerah 3T, karena masih ada beberapa daerah yang masih membutuhkan. Selain itu juga kita arahkan ke korban bencana alam, semoga bantuan ini bisa terserap sesuai dengan yang kita harapkan,” paparnya.
Lebih jauh, Agus menambahkan, saat ini Kemenag juga sedang menggalakkan program masjid ramah anak, masjid ramah disabilitas, dan masjid ramah lingkungan.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



