Jakarta, Bimas Islam --- Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Rabu (26/5), akan terjadi fenomena gerhana bulan total atau yang biasa disebut dengan Super Blood Moon. Gerhana bulan total terjadi ketika bumi, matahari, dan bulan berada di posisi sejajar dan bulan tepat berada di umbra bumi.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengatakan, dalam Islam, terdapat beberapa amalan sunah saat terjadi gerhana bulan total. Menurut para ulama, setidaknya ada tiga amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan saat terjadi gerhana bulan total.
“Pertama, mandi, para ulama menganjurkan untuk mandi saat terjadi gerhana, termasuk gerhana bulan total. Anjuran mandi ini sangat ditekankan terutama bagi orang yang hendak melaksanakan salat gerhana bulan secara berjemaah,” tutur Agus di Jakarta, Selasa (25/5).
Oleh karena itu, menurut Agus sebelum seseorang berangkat melaksanakan salat gerhana bulan, maka dia dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu. Adapun niat mandi gerhana bulan dengan niat:
”Nawaitul ghusla li khusuufil qomari sunnatal lillaahi ta’aala.”
Yang artinya: “Aku niat mandi karena terjadi gerhana bulan sunah karena Allah Ta’ala.”
Kedua, yaitu melaksanakan salat gerhana bulan sebanyak dua rakaat secara berjemaah. Namun menurut Agus, di masa pandemi saat ini, salat berjamaah hanya bisa dilakukan di zona hijau dan oren dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
“Ketiga, harus memperbanyak zikir kepada Allah, istighfar, takbir, sedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



