Jakarta, Bimas Islam — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar berbagai perlombaan dan meluncurkan program bertajuk Serambi Bimas Islam. Rangkaian kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Perlombaan akan berlangsung selama dua pekan dan diikuti seluruh jajaran Ditjen Bimas Islam. Kegiatan ini terbagi dalam dua kategori, yaitu perorangan dan grup.
Kategori perorangan meliputi lomba tenis meja, tenis lapangan ganda putra dan putri, catur, karaoke, balap karung menggunakan helm, bulu tangkis tunggal dan ganda, serta balap kardus. Sementara pada kategori grup, digelar lomba tarik tambang, mengambil botol menggunakan tali, memancing, dan menata tumpeng.
Dalam sambutannya, Abu Rokhmad menyampaikan empat pesan kunci yang ia sebut sebagai "4S".
"Saya merangkum empat pesan ini dalam bentuk 4S, yaitu silaturahmi, sehat, senyum, dan Serambi Bimas Islam," ujar Abu.
Ia mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi antarpegawai, mengingat kesibukan pekerjaan sering membuat pegawai jarang berinteraksi. "Sering kali kita hanya mengenal wajah, tetapi lupa nama, bahkan jarang menyapa antarunit kerja. Saya berharap, momen peringatan HUT RI ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan," tuturnya.
Pesan kedua yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, kegiatan lomba bisa menjadi sarana rekreasi yang menyehatkan di tengah padatnya beban kerja.
"Saya tahu, banyak pegawai yang tetap bekerja bahkan di akhir pekan. Maka, mari jadikan lomba ini sebagai cara untuk menjaga kebugaran jasmani," ajaknya.
Abu juga mengungkapkan pentingnya senyum dalam aktivitas sehari-hari. "Senyum itu sederhana, tapi bisa mempererat hubungan sosial dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Abu meluncurkan program Serambi Bimas Islam. Ia menjelaskan, konsep serambi diambil dari tradisi masyarakat sebagai ruang interaksi yang terbuka dan bersahabat.
"Sebagaimana serambi masjid tempo dulu menjadi tempat bermusyawarah dan menyelesaikan persoalan keagamaan, Serambi Bimas Islam kami gagas sebagai simbol keterbukaan kami dalam menyapa dan melayani masyarakat," jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang sehat, harmonis, dan bersemangat dalam pelayanan.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menyegarkan hubungan antarsesama pegawai dan memperkuat komitmen kita dalam menjalankan amanah pelayanan publik," pungkas Abu.
Wcp/Mr



