Tangerang, Bimas Islam --- Kunjungan Sekretaris Jenderal IIFA (International Islamic Fiqh Academy) Prof. Dr. Dato Koutoub Moustapha Sano di Indonesia selama sepekan dari tanggal 7 sampai 12 Juni 2021 sangat positif bagi pengembangan kajian hukum Islam khususnya fikih kontemporer yang menjadi perhatian di negara-negara muslim anggota OKI.
Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar kepada tim media Bimas Islam usai menyambut kedatangan Sekjen IIFA dan anggota delegasi bersama Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Senin (7/6).
"Indonesia perlu mengambil peran di garis depan dalam pengembangan pemikiran dan kodifikasi hukum Islam terapan yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar Fuad.
Selain itu, Fuad menginginkan agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mengembangkan perekonomian dan keuangan syariah karena potensinya sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Dalam lawatannya yang kedua di Indonesia, Sekjen IIFA Koutoub Moustapha dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama RI, kunjungan di Bank Indonesia, MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
International Islamic Fiqh Academy merupakan lembaga Islam internasional untuk studi lanjutan yurisprudensi dan hukum Islam yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi. IIFA didirikan menyusul resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Islam Ketiga Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Mekah pada tahun 1983 yang menyerukan perlunya mendirikan Akademi Fiqih Islam Internasional sebagai organ tambahan dari OKI.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



