Banjarmasin, bimasislam—Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mendorong umat Islam mempelajari kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dan selanjutnya memahami dan mengamalkannyadalam kehidupan sehari-hari. MTQ juga merupakan wahana silaturahim yang diharapkan memberi pengaruh positif terhadap kesatuan dan persatuan bangsa.
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, selaku Ketua LPTQ Nasional, saat memberikan sambutan pada perhelatan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, yang uniknya digelar di sungai Martapura, Banjarmasin, Jumat (3/11/2017).
Dirjen menambahkan, pagelaranMTQ bukan saja melahirkan anak-anak bangsa yang berprestasi, tetapi juga sebagai ajang edukasi bagi generasi muda agar jiwa dan prilakunya dekat dengan Islam sebagai pandangan hidupnya yang berasas pada al-Quran.
Dalam kesempatan itu, Dirjen mengingatkan pula pesan Presiden Joko Widodo pada Pembukaan MTQ Nasional ke-26 di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat,tahun lalu.
“Presiden mengamanatkan kepada kita, agar hakikat, makna, dan tujuan MTQ dipegang teguh sehingga Al Quran benar-benar diresapi, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.” ujarnya.
“Karena ketika kita menggaungkan Alquran,maka sebenarnya kita sedang mengagungkan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kesalehan sosial, nilai-nilai yang mengutamakan pembelaan pada yang lemah, mengutamakan pembelaan pada yang fakir, mengutamakan pembelaan pada yang miskin, bukan nilai-nilai keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.” terangnya.
Dalam rangka menuju ke sana,katanya,diperlukan sikap dasar berupa keterbukaan, tanggung jawab, keringkasan, dan ketepatan.
Selain itu, Dirjen menegaskan bahwa makna dari kegiatan MTQ, adalah untuk memperkuat syiar Islam dan menanamkan pengetahuan Islam bagi masyarakat. Kitab suci Al-Qur’an tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, tetapi juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan, hingga hikayat kehidupan, yang dikemas dengan bahasa yang indah, penuh dengan filosofi keteladanan, serta pesan moral yang luhur dan agung.
“Alqur’an telah memberi tuntunan kepada umat manusia dimuka bumi, untuk membangun kehidupan yang harmonis, menjaga toleransi, dan hidup dalam kedamaian.” ujarnya.
Dikatakannya, pemahaman atas arti dan makna Al-Qur’an secara lengkap dan utuh dapat menjadikan masyarakat Muslimmenjalani kehidupan di dunia sesuai dengan tuntunan Illahi. “Kita akan lebih mencitai sesama umat manusia, kita dapat membangun kehidupan yang rukun dan damai, serta kita pun dapat menjahui segala bentuk permusuhan dan ketidakadilan serta memiliki Akhlakyan mulia.” imbuhnya.
Untuk itu, menutup sambutannya, Dirjen mengajak ulama, umara dan umat Islam untuk bahu membahu mendekatkan diri kepada Kitab Suci Alquran
“Mari bahu-membahu untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al Quran di tengah masyarakat dengan benar. Karena sekarang banyak masyarakat yang menerima pembelajaran dari ajaran Islam namun tidak sesuai dengan yang telah diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an. Akibatnya banyak di kalangan masyarakat awam yang begitu saja menerima ajaran tersebut yang pada akhirnya menjerumuskan kepada hal-hal yang dilarang oleh Agama!”pungkas Dirjen.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



