Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur menyampaikan ceramah subuh di Masjid Agung Ruhama, Takengon, Aceh Tengah pada Jumat (8/11/2024). Dalam kesempatan itu, Waryono menyoroti pentingnya mengembangkan keimanan yang tidak hanya fokus pada kesalehan individu, tetapi juga pada kesalehan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Waryono, kesalehan sosial tersebut salah satunya terwujud melalui program-program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama. “Zakat dan wakaf bukan hanya sekadar kewajiban individu, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Zakat, menjadi lebih berdampak jika dilakukan bersama-sama melalui lembaga seperti baitul mal atau lembaga amil zakat (LAZ),” ujar Waryono.
Waryono mengungkapkan, zakat adalah pilar utama Islam yang mewujudkan kesalehan sosial dan solidaritas. Ia mengingatkan bahwa seorang mukmin seharusnya tidak hanya menjadi ‘shalih’ (baik secara pribadi), tetapi juga ‘muslih’ (berperan memperbaiki lingkungan sekitar).
“Masjid Agung Ruhama dapat menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kegiatan sosial yang mendukung kebersamaan dalam menjalankan ajaran Islam,” kata Waryono.
Ia juga mengenalkan konsep syukur bil arkan, yakni bersyukur dengan tindakan nyata yang terlihat, selain rasa syukur dalam hati (syukur bil qolbi). Waryono mengajak jemaah untuk mengamalkan rasa syukur melalui kontribusi nyata, seperti zakat dan wakaf, yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat sekitar.
Waryono mencontohkan salah satu manfaat wakaf yang telah terwujud di Aceh, yakni dana wakaf yang memberikan subsidi hingga Rp6 juta bagi masing-masing jemaah haji, dengan total dana terkumpul mencapai Rp29 miliar. "Ini bukti nyata dari nilai luhur wakaf sebagai amal jariah yang terus mengalir," tuturnya.
Mengakhiri kuliah subuhnya, Waryono mengingatkan umat Islam untuk tidak semata berfokus pada ibadah umrah yang dilakukan berulang kali. “Perhatikan apakah harta Anda sudah mencapai nisab dan haul untuk berzakat, atau apakah sudah berkontribusi dalam wakaf produktif, seperti teladan sumur Utsman yang manfaatnya tidak pernah habis,” ungkapnya.
Fn/Mr



