Mojokerto, Bimas Islam --- Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyampaikan tiga hal saat menghadiri Kemah Moderasi Beragama di Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto, Senin (29/8/22). Khofifah hadir didampingi Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Husnul Marom.
"Dengan berkemah akan muncul kesepahaman sehingga tidak mudah salah paham. Memang ada orang yang mudah salah paham dan ada yang pahamnya salah," ungkap Khofifah.
"Kedua, melalui kemah akan muncul kepercayaan. Saling percaya tidak akan muncul tanpa adanya saling memahami," tambahnya.
Kemah Moderasi Beragama diikuti seribuan peserta yang terdiri dari Penyuluh lintas agama, perwakilan Ormas Islam, lembaga keagamaan, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Gelaran ini merupakan yang kedua sejak dihelat pada 2021.
"Ketiga, kemah akan memunculkan sikap saling menghormati baik terhadap sesama maupun semesta," terangnya.
Khofifah berharap, Kemah Moderasi Beragama yang diinisiasi Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag melahirkan pertemuan pikiran dan terus melahirkan aksi untuk melahirkan masyarakat yang toleran dan moderat.
"Terus bergerak dalam berbagai aksi untuk menguatkan moderasi beragama dan toleransi di tengah masyarakat," pungkas Khofifah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



