Jakarta, Bimas Islam --- Selain mengajak orang tua meningkatkan kapasitas diri dan memberikan teladan dalam mendidik generasi Z, Kasubdit Bina Kepenghuluan Kemenag, Anwar Sa'adi mengajak generasi Z menghindari curhat di media sosial (Medsos).
"Saat anak-anak generasi Z mendapatkan masalah, ada kecenderungan untuk menceritakannya di medsos. Hal ini terjadi, salah satunya, karena mereka memang akrab dengan perangkat teknologi," ungkap Anwar dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Jakarta, Minggu (10/4/22).
Anwar berharap generasi Z bijak dalam menggunakan teknologi. Pasalnya, curhat di medsos kerap disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab.
"Orang tua datangi dan beri teladan kepada anak. Anak-anak, ayo luangkan waktu bersama orang tua. Banyak hal yang bisa diperbincangkan antara orang tua dan anak," tambahnya.
Anwar juga mengajak seluruh pihak untuk memenuhi medsos dengan konten edukasi. Konten ini sangat dibutuhkan sebagai pencerahan bagi generasi Z yang saban hari terhubung di berbagai platform media.
"Konten edukasi yang masif di dunia digital membuat generasi Z memiliki lebih banyak pilihan belajar. Misalnya tentang bagaimana cara berperilaku yang baik kepada orang tua dan teman sebaya, serta konten lainnya," harap Anwar.
Memenuhi medsos dengan konten edukasi, pungkas Anwar, merupakan tanggung jawab semua pihak. Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam telah memulai langkah ini dengan konten edukasi yang ditayangkan di berbagai platform medsos, baik di Instagram, Facebook, Youtube, dan Twitter.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



