Sidoarjo, bimasislam --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tak henti-hentinya mengajak para penyuluh agama Islam dan penyuluh lintas agama untuk terus menebarkan kedamaian, terutama dalam menyambut Pileg dan Pilpres 2019.
Ajakan dan imbauan tersebut kembali disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam gelaran Halal Bihalal, Jambore Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Lintas Agama 2018 dan dialog kebangsaan di Lapangan Gedung Santri Komplek Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sidoarjo, Kamis (05/07).
Menag dalam sambutan mengatakan pentingnya kedamaian dan kerukunan umat beragama, para penyuluh agama dan guru pembina madrasah merupakan pihak-pihak yang berada di posisi terdepan dalam melayani hal ikhwal kehidupan keagamaan di Jatim. "Saya merasa para penyuluh agama dan guru agama adalah mereka yang senantiasa waktunya diisi untuk bagaimana agar kehidupan kegamaan terus meningkat sehingga kualitas kerukunan dan pendidikan keagamaan masyarakat juga terus meningkat. Selaku Menteri Agama, saya menyampaikan apresiasi dan mengucapakan terima kasih kepada para penyuluh agama dan guru agama yang senantiasa untuk terus berupaya menjalankan misi Kemenag”, kata Menag.
Menag menambahkan, agama pada hakikatnya hadir untuk mendamaikan sesama. Ajaran agama menekankan kepada sesama untuk wajib melindungi harkat martabat dan memeliharanya dengan baik.
"Esensi agama itu adalah menebarkan kedamaian. Khusus kepada para penyuluh agama, mari kita kembali kepada esensi agama itu. Alhamdulillah di Pilkada serentak kemarin relatif tidak ada persoalan prinsipil atau konflik yang terkait dengan kegamaan”, kata Menag.
"Tahun depan kita memiliki agenda nasional yakni Pileg dan Pilpres. Semoga itu dapat kita lalui dengan baik dan damai. Bangsa dan negara sangat mengharapkan peran penyuluh agama dalam menebarkan kedamaian", sambung Menag.
Usai sambutan, Menag menyempatkan meninjau puluhan tenda Jambore Penyuluh Agama dan tenda guru madrasah yang berjejer rapi di Lapangan Gedung Santri Komplek Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sidoarjo.
Jambore Penyuluh Agama dan Dialog Kebangsaan yang dikemas dalam satu rangkaian acara halal bi halal tersebut mengusung tema Rajut Ukhuwah Wathoniyah, Tebarkan Kedamaian, Rekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa, dan acara ini berlangsung dari 3 - 5 Juli 2018.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Syamsul Bahri menyatakan kegiatan hala bi halal ini bersinergi dengan empat kegiatan, yaitu pertemuan penyuluh agama Islam, penyuluh lintas agama, pertemuan guru pembina siswa madrasah, tokoh lintas agama dan tokoh agama Islam se Jawa Timur.
Tampak hadir mendampingi Menag, mendampingi Menag, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ketua MUI Jatim, Direktur PTKI Arskal Salim, Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas Islam, Kepala Biro HDI Mastuki, Kepala Biro Ortala, Afirizal Zen, Staf Khusu Menag Gugus Joko Waskito, dan Kasubag TU Pimpinan Khoirul Huda.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : benny andriyos
Editor : nhkurniawan
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



