Jakarta, Bimas Islam -- Kemenag terus melakukan sosialisasi Moderasi Beragama kepada masyarakat melalui media digital. Secara khusus, sosialisasi ditujukan bagi generasi milenial dan Z yang jumlahnya sebesar 52% dari jumlah penduduk Indonesia.
"Hampir seluruh generasi muda kita menggunakan media digital sebagai instrumen komunikasi. Ketika kita ingin menyapa, memasuki, dan menyentuh mereka dengan pesan keagamaan dan kebangsaan maka kita harus menggunakan instrumen digital. Begitu pula dalam menyampaikan Moderasi Beragama," ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam Dialog Indonesia Bicara TVRI di Jakarta, Selasa (29/11/22) malam.
Kamaruddin menambahkan, Kemenag menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai komponen bangsa. Menurutnya, Moderasi Beragama sebagai sikap moderat dan toleran perlu terus didengungkan di tengah masyarakat hingga menjadi sikap kolektif.
"Kemenag telah dan terus melakukan peningkatan literasi Moderasi Beragama di internal Kemenag dan seluruh mitra. Kemenag bersinergi dengan Ormas Islam, Lembaga Keagamaan, Majelis Taklim, dan Dai. Penghulu dan Penyuluh Agama juga terus menyosialisasikan Moderasi Beragama melalui berbagai media digital," sambungnya.
Di era serbadigital ini, imbuhnya, seluruh pihak harus terus bersinergi. Terbukanya ruang informasi membuat semua orang bisa menyampaikan gagasan kebangsaan dan keagamaan di ruang digital.
"Tantangan kita semakin berat karena setiap orang bisa berceramah dan menyampaikan pesan keagamaan. Konten Moderasi Beragama kita upayakan mampu mempengaruhi anak muda. Kita hadir seintensif mungkin dalam menyampaikan pesan keagamaan dan kebangsaan yang moderat melalui media digital," pungkas Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



