Jakarta, bimasislam --- Satuan Kerja (Satker) terbaik di Kementerian Agama, berbagi best practice pada Rapat Kerja Nasional Kemenag 2019. Sessi ini sekaligus menutup rangkaian hari kedua Rakernas Kemenag 2019, Kamis (24/01).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandu sessi yang berlangsung santai dan interaktif. Sessi ini berisi sharing atau berbagi pengalaman kesuksesan pimpinan satuan kerja Kemenag yang mendapatkan prestasi/keberhasilan atas capaian kinerjanya.
"Kita ingin belajar dari sesama terkait capaian kinerja di satuan kerja misalnya penyerapan anggaran terbaik, pelaksanaan SBSN, dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)," ujar Menag mengawali panduan acara.
"Kesalahan adalah sumber belajar jadi tidak ada yang sia-sia selama kita bisa menarik pelajaran sekalipun terhadap hal buruk," tambah Menag.
Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menjadi satker yang diberi kesempatan pertama menjabarkan keberhasilannya dalam penyerapan anggaran terbaik. Kakanwil Kemenag Jateng Farhani membocorkan rahasia dalam penyerapan anggaran.
Menurut Farhani, Kanwil Kemenag Jateng kerap melakukan evaluasi secara mendalam terhadap anggaran agar tidak menyimpang. Validasi data dan sinkronisasi menjadi kata kunci bagi Kanwil Kemenag Jateng dalam melakukan penyerapan anggaran.
Rendahnya SDM, perencanaan yang buruk, serta validasi data menjadi persoalan silih berganti disampaikan peserta di sesi awal ini. Pagu minus seringkali juga dianggap sebagai salah satu kendala dalam pengelolaan anggaran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Perencanaan Ali Rokhmad mengatakan pagu minus tidak selamanya akibat perencanaan buruk namun ada juga disebabkan faktor alami.
"Pagu minus bisa diatasi dengan revisi. Namun dari pagu minus inilah kita bisa prediksi dengan mencari solusi," ujar Ali Rokhmad.
Terkait dengan penyerapan anggaran satker ini, Menag mengatakan penyerapan anggaran dapat dilakukan dengan belajar dan kerja keras.
"Ada beberapa poin yang bisa kita tangkap dan bisa menindaklanjutinya dengan perubahan besar yaitu belajar dan kerja keras untuk mencapai penyerapan anggaran terbaik," tutur Menag.
Sebelum menutup sesi tentang penyerapan anggaran, Menag pun bertanya apa diantara peserta Rakernas ada kendala besar dan sulit diatasi. "Melalui forum ini dicarikan solusinya," kata Menag.
Usai pembahasan penyerapan satker dilanjutkan dengan SBSN yang paling tinggi penyerapannya yaitu IAIN Bukittinggi, Kanwil Kemenag Bali dan Yogyakarta.
"Ada tiga hal dari pengalaman Yogyakarta yang saya tangkap dalam mengelola dana SBSN," kata Menag.
Pertama kuasai masalah dan persoalan secara komprehensif. Kedua kontrol yang terus menerus, dengan cara menemu kenali masalah dan cepat pada alternatif solusi. "Ketiga transparansi dalam monitoring sehingga pendekatannya antisipatif dengan melibatkan banyak orang," kata Menag.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : benny andriyos
Editor : Indah Limy
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



