Jakarta, Bimas Islam -- Berdasarkan riset survei Nasional Alvara Research Center, platform media sosial yang banyak digunakan generasi Z tahun 2023, yaitu Facebook, Instagram, dan TikTok. Salah satu strategi yang perlu diterapkan, terkait dengan konten keagamaan, adalah membuat video yang receh dan relevan.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali saat menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peta Moderasi Beragama di Kelompok Media yang digelar di Jakarta, Selasa (30/5/2023).
“Tahun 2023 ini, penggunaan aplikasi sosial media sangat masif di kalangan generasi Z. Facebook bertengger di angka 85,6 persen, lalu Instagram di angka 75,3 persen, dan disusul TikTok sebanyak 54,1 persen. Karenanya, yang kita perlukan untuk masuk ke dunia mereka adalah membuat konten-konten yang receh dan relevan,” ujarnya.
Lebih lanjut diterangkannya, maksud dari konten receh bukan berarti tidak berkualitas, tetapi membuat konten moderasi beragama yang menyesuaikan dengan kehidupan generasi Z.
“Moderasi beragama bisa disalurkan pada generasi milenial melalui konten receh dan relevan. Yang dimaksud konten receh itu adalah menyesuaikan dengan gaya bahasa ataupun penuturan yang sering digunakan oleh generasi Z, dan juga relevan dengan kondisi mereka sehari-hari,” terang Hasanuddin Ali.
“Konten receh dan relevan ini bisa kita gunakan sebagai starategi baru, yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan paham moderasi beragama,” tuturnya.
Wcp/Mr



