Cianjur, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam (PAI) berperan penting dalam penyebaran pemahaman moderasi beragama di masyarakat. Karenanya, PAI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan hadir di ruang digital.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Ajam Mustajam, saat membuka kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam yang digelar secara Daring, Senin (3/4/2023) di Cianjur.
"Saat ini moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas yang wajib dilaksanakan aparatur pemerintah, terutama PAI, yang menjadi corong utama untuk menjelaskan moderasi beragama kepada masyarakat," pesan Ajam.
Ia mengatakan, sebagai agen moderasi beragama, PAI perlu diberi penguatan pemahaman terlebih dahulu sebelum terjun ke masyarakat.
Selain berhadapan langsung dengan masyarakat, menurut Ajam, PAI juga dapat melaksanakan tugasnya melalui ruang digital, misalnya di media sosial. Hal tersebut, imbuhnya, merupakan tantangan bagi para PAI untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Penyuluh Agama Islam harus bisa menguasai media sosial untuk syiar agama," ucap Ajam.
"Buatlah konten-konten positif dan menarik, sehingga masyarakat, terutama generasi milenial dapat memahami urgensi dari moderasi beragama," tegasnya.
Terakhir, Ajam berharap, kegiatan orientasi ini dapat memberi penguatan pemahaman dan wawasan kepada para PAI terkait pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam ini dihelat dalam tiga angkatan, dengan 96 peserta yang terdiri dari perwakilan PAI kabupaten/kota di Jawa Barat.
Fn/Mr



