Jakarta, Bimas Islam -- Redaktur Mojokdotco, Agus Mulyadi mengatakan, ada empat aspek yang harus diperhatikan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk menulis di platform digital, yaitu panjang tulisan, kalimat atau paragraf pertama, gaya tulisan, dan visualisasi.
Hal itu dipaparkannya saat mengisi materi Menulis Gaya Story-Telling pada kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Digital 2 di hadapan 75 peserta PAI terseleksi di Jakarta, Jumat (23/6/2023).
"Strategi menulis di era digital yang pertama, perhatikan panjang tulisan. Orang-orang di zaman sekarang daya bacanya semakin lemah. Kalimat atau paragraf utama awal tulisan menjadi kunci penting bagi orang untuk memutuskan lanjut membaca atau tidak," tutur Agus.
"Gaya tulisan yang ringan lebih disukai ketimbang tulisan yang berat dan serius. Selain itu, visual juga berpengaruh. Tulisan dengan gambar punya tingkat keterbacaan yang jauh lebih tinggi," imbuhnya.
Ia menjelaskan, tulisan yang baik memiliki empat unsur, yaitu informasi yang mengandung hal baru. Orang menjadi tahu sesuatu atau menambah pengetahuan. Selanjutnya relevansi, yang membuat orang merasa punya kesamaan peristiwa dan pemikiran. Ketiga, menghadirkan emosi marah, senang, bahagia, sedih, terharu, dan lain lain. Berikutnya solusi, orang akan membaca sesuatu yang dapat membantunya menghadapi persoalan hidupnya.
"Tulisan yang baik mempunyai unsur informasi, relevansi, emosi, dan solusi," ujarnya.
Terakhir, ia menyarankan para PAI untuk memakai gaya kepenulisan story-telling, karena sebagian besar orang cenderung tidak menyukai berita, tetapi menyukai cerita.
Msk/Mr



