Nganjuk, Bimas Islam --- Pandemi Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia sejak Maret 2020. Berbagai upaya pencegahan dan penanganan dampak dilakukan, termasuk oleh Penyuluh Agama Islam yang merupakan ujung tombak Kementerian Agama.
Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Penyuluh Agama bidang zakat melakukan gerakan kepedulian berupa pembagian sembako kepada masyarakat terdampak pandemi.
"Sejak awal pandemi hingga saat ini, kami rutin berbagi setiap pekan," kata Imam Sujari, Penyuluh Agama Islam di Nganjuk melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (9/9/21).
Sebagai koordinator Penyuluh yang memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) bidang zakat, Imam menggandeng sejumlah pihak untuk menyukseskan kegiatan ini. Katanya, sinergi merupakan kunci keberhasilan gerakan sosial.
"Kami bermitra dengan Muslimat NU, LazisNU dan para donatur. Setiap pekan berbeda-beda jumlahnya, kadang bisa sampai 200 paket," tambahnya.
"Tidak hanya bahan makanan pokok, kadang juga sayuran, baju layak pakai, Al-Qur'an, sepatu, sandal dan apa saja yang dititipkan donatur," sambung Imam.
Meski sudah dijalankan sejak 2020, Imam merasa aksi kepedulian ini bukan hal yang patut dibanggakan. Ia berharap, aksinya ini akan berlanjut dengan dukungan para donatur.
"Semoga istikamah sehingga semakin banyak warga yang terbantu," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



