Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Jenderal International Islamic Fiqih Academy (IIFA) atau Sekjen Komite Fikih Islam OKI Koutoub Moustapha Sano menyebut Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan fikih Islam di dunia Islam.
Bahkan Koutoub Moustapha Sano yakin Indonesia dapat ditampilkan sebagai model yang baik untuk semua kemitraan di dunia muslim.
Hal itu diungkapkannya, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Agama dengan International Islamic Fikih Academy (IIFA) di Kantor Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/6).
Koutoub menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sangat penting sebagai mitra kerja sama karena memiliki banyak ulama-ulama besar.
“Dengan menjalin kerja sama dan kemitraan dengan Direktorat Bimbingan Mayarakat Islam (Bimas Islam), kami ingin membahas tentang pelatihan manajemen fatwa isu keislaman dunia,” ungkap Koutoub kepada bimasislam.
Selain itu, Koutoub menjelaskan, Komite Fikih Islam OKI sudah melakukan lebih dari 420 training yang diselenggarakan hingga saat ini.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



