Jakarta, bimasislam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Bagian Data, SI dan Humas melaksanakan kegiatan Sinkronisasi Data Bimas Islam Dalam Angka tingkat Pusat di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.
"Data itu penting", demikian dikatakan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menghadiri kegiatan tersebut, Senin (07/05).
Tarmizi melanjutkan, data merupakan salahsatu dasar dalam penyusunan program dan kebijakan yang akan dilaksanakan Ditjen Bimas Islam.
Seperti data pernikahan, Tarmizi mencontohkan, memang kita tidak bisa menentukan jumlah pastinya, tetapi kita bisa lihat nilai rata-rata pernikahannya dan daerah mana yang tertinggi melalui data tahun-tahun sebelumnya.
Soal data yang dihimpun, Tarmizi menegaskan bahwa data yang diberikan adalah data yang riil atau data yang sesungguhnya dan terverifikasi.
"Karena data-data tersebut, nantinya akan disatukan dalam buku Bimas Islam Dalam Angka (BIDA)", jelas Tarmizi.
"BIDA merupakan bentuk dedikasi dari jajaran Ditjen Bimas Islam, pusat dan daerah, serta merupakan upaya peningkatan kualitas birokrasi", tutup Tarmizi.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 7 - 9 Mei 2018. Dan dihadiri 50 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Ditjen Bimas Islam, Biro HDI Kemenag, BAZNAS, UPQ, dan BPJPH.
Penulis : nhkurniawan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



