Jakarta, Bimas Islam --- Kalimat takbir yang bergema menyambut kehadiran Idulfitri memilik ribuan makna. Kalimat yang merupakan ungkapan pengaagungan kepada Allah ini merupakan ungkapan hati yang ada pada diri setiap muslim.
"Gema takbir yang berkumandang sejak petang berganti malam di akhir Ramadan memberi banyak makna bagi setiap muslim. Takbir adalah ungkapan hati yang disesaki dengan kerinduan dan kekhusyukan sepanjang bulan Ramadan, ungkapan kepiluan akan perpisahan yang terlalu cepat dengan Ramadan," ungkap Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi saat menyampaikan sambutan mewakili Presiden dan Wakil Presiden dalam Takbir Akbar Nasional dan Pesan Idulfitri dari Masjid Istiqlal di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (12/5/21) malam.
Dalam acara yang digelar secara luring dan daring ini, Wamenag juga menyatakan, kalimat takbir merupakan ungkapan doa seorang hamba kepada Allah SWT agar spirit Ramadan senantiasa terjaga pada bulan-bulan setelahnya.
"Takbir adalah ungkapan yang akan terus menjaga spirit Ramadan agar hidup dan abadi dalam diri setiap muslim. Takbir adalah doa yang akan terus menjaga diri dari ujian jiwa, maksiat, dan keburukan amal perbuatan kita semua," tambahnya.
Wamenag menambahkan, ungkapan takbir juga menjadi luapan rasa syukur atas jutaan nikmat yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Meski tengah diuji dengan pandemi Covid-19, lanjutnya, bangsa Indonesia masih menerima jutaan nikmat yang tidak bisa dihitung.
"Allah telah memberi jutaan kenikmatan untuk bangsa ini. Bahkan kita tak mampu untuk menghitungnya meski lautan menjadi tinta dan ranting-ranting menjadi penanya. Terlalu luas nikmat dan karuania Allah yang diberikan kepada bangsa ini hingga tak ada alasan bagi kita untuk mengeluh dan meratapi kesusahan karena nikmat-Nya jauh lebih banyak dari kesusahan yang kita alami," tambahnya.
Hadir secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan ini, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi dan pejabat lintas kementerian/lembaga.
Hadir dalam acara ini secara daring, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sejumlah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, dan duta besar negara serumpun dan negara sahabat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



