Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Dir Urais Binsyar), Kementerian Agama, Adib menyampaikan sejumlah laporan kepada para syekh dari Uni Emirat Arab (UEA) terkait keberlangsungan Seleksi Imam Masjid untuk UEA 2023, Senin (22/5/2023) di Jakarta.
Adib mengatakan, kehadiran para syekh merupakan bukti kerja sama yang kuat antara Indonesia dengan UEA.
“Kami laporkan kepada para syekh, proses seleksi imam dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun ini, pendaftar pertama yang melalui proses online ada 518 calon, kemudian seleksi administrasi terpilih sebanyak 364 peserta, kami juga melakukan tes online, dan terpilih 115 peserta yang kemudian saat ini diuji oleh para syekh,” ujar Adib pada penutupan Seleksi Imam Masjid untuk UEA.
Adib berharap, peserta yang lulus lebih banyak di banding tahun lalu. "Harapannya, para calon imam yang terpilih bisa dikirimkan ke UEA dengan segera," ucapnya.
Selain itu, Adib menyebut, para imam yang telah berada di UEA sangat senang mengabdikan diri dan membantu masyarakat UEA memakmurkan masjid.
Ia juga mengusulkan, sebagian imam di UEA yang berposisi sebagai musyrif dapat ditingkatkan menjadi muazin. "Kami atas nama pemerintah Indonesia berterima kasih atas kepercayaan UEA untuk mengirimkan imam-imam kita ke UEA. Harapannya, para imam dapat melanjutkan studi secara online, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikannya tanpa meninggalkan tempat bertugas,” pungkasnya.
Acara penutupan Seleksi Imam Masjid untuk UEA ini diikuti sejumlah peserta seleksi di hari terakhir, serta sejumlah Kasubdit Urais dan Binsyar.
Fn/Mr



