Bandung, Bimas Islam -- Anggota Pokja Moderasi Beragama Alissa Wahid mendorong perempuan lebih dilibatkan lagi dalam upaya pencegahan konflik berdimensi agama. Hal ini disampaikan Alissa saat menjadi narasumber pada Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan.
"Perempuan harus lebih dilibatkan dalam upaya pencegahan konflik sosial berdimensi agama. Perempuan ini memiliki potensi besar karena selain sebagai seorang ibu, perempuan juga bisa menjadi penggerak di tengah masyarakat," ujar Alissa melalui Zoom pada Rabu (30/11/22) malam.
Khusus perempuan Muslim di Indonesia, Alissa menjelaskan, mereka memiliki satu keunggulan utama dibanding laki-laki, yaitu ada ruang tersendiri di tengah masyarakat. Padahal, lanjut dia, dalam pandangan umum masyarakat dunia, perempuan Muslim sama sekali tidak punya tempat di ruang publik.
"Pandangan masyarakat dunia terhadap perempuan Muslim bahwa mereka hanya fokus pada rumah tangga saja. Banyak di negara-negara non Muslim yang memandang seperti itu. Ini disebabkan karena kelompok-kelompok garis keras yang mengekang perempuan untuk tidak beraktivitas di luar rumah," jelasnya.
Alissa bercerita, dirinya sempat bertemu dengan mantan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Dalam pertemuan itu, ujar dia, pria keturunan Pakistan itu mengaku terkejut ketika menyaksikan banyaknya perempuan di tanah air yang beraktivitas sendirian di luar rumah.
"Pak Moazzam itu kaget pas beliau sampai di Indonesia, dia melihat perempuan beraktivitas di luar rumah sendirian, bahkan ada yang naik motor. Beliau sama sekali tidak pernah membayangkan pemandangan seperti itu justru terlihat di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim," katanya.
Alissa menambahkan, hampir tidak ada tokoh perempuan yang mengambil tempat untuk meneguhkan nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Karena itu, dia meyakini, perempuan di Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki mesti lebih dilibatkan dalam pencegahan konflik berdimensi agama.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



